Awasi 17 Pilkada, Bawaslu Jateng Buka Pendaftaran Pengawas Pemilu

Aksi mendukung Pilkada langsung.
VIVAnews - Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah mulai membuka pendaftaran pengawas pemilu, Jumat 14 November 2014. Pendaftaran dibuka dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah di 17 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo, mengatakan sebelum resmi membuka pendaftaran calon Panwaslu di Jateng, dia telah membentuk tim seleksi 17 Pilkada di Jateng. Timsel terdiri dari beberapa unsur. Mulai dari kalangan akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat yang memiliki integritas.

"Jadi saat ini kita umumkan secara resmi pendaftaran calon anggota Panwaslu 17 Pilkada di Jawa Tengah, " katanya di Semarang, Kamis 13 November 2014 malam.

Menurut Teguh, sebagai ketua tim seleksi terpilih Edi Pranoto. Edi adalah seorang akademisi dan mantan anggota Panwaslu Jateng dan sekretaris Andreas Pandiangan yang juga seorang akademisi.

"Selanjutnya tim akan bekerja dengan menyampaikan informasi perekrutan Panwas hingga masyarakat paling bawah," ujarnya.

Tahapan pengumuman pendaftaran Panwas di 17 kabupaten/ kota dilaksanakan mulai 14 hingga 20 November 2014. Tahapan akhir dilaksanakan pada 21 hingga 26 Desember 2014 dengan memilih tiga anggota Panwas terpilih di masing-masing kabupaten kota yang menggelar Pilkada pada 2015.

Adapun 17 Pilkada yang akan digelar pada 2015 mendatang antara lain, Kota Semarang, Rembang, Kebumen, Purbalingga, Surakarta, Boyolali, Pekalongan, Blora, Kendal, Magelang, Sukoharjo, Semarang, Purworejo, Wonosobo, Wonogiri, Klaten dan Pemalang.

Nantinya, menurut Teguh, ribuan pengawas yang masuk penjaringan, terdiri dari panwas kabupaten dan kota, panwas kecamatan dan panwas tingkat desa di 17 wilayah itu. Setelah calon anggota Panwas terbentuk, pelantikan dilaksanakan sebelum tahapan perdana pemilu dimulai.

"Syarat untuk mendaftar Panwaslu pun tidak ada yang menyulitkan. Karena hanya berupa surat pernyataan calon pendaftar dan satu surat keterangan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit pemerintah," katanya. (one)

No comments

Powered by Blogger.