Pemukulan mahasiswa oleh polisi akan dilaporkan ke Komnas HAM

Pemukulan mahasiswa oleh polisi akan dilaporkan ke Komnas HAMMerdeka.com - Gabungan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kampus Univet Sukoharjo, akan melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan aparat Polres Sukoharjo, yang menyebabkan sejumlah peserta aksi terluka. Mereka yang terdiri dari BEM Univet, UMS, HMI dan Staimus, akan membawa kasus kericuhan yang mengakibatkan satu orang terluka diduga penganiayaan oleh petugas polisi ke Komnas HAM.

Menurut para mahasiswa, peserta demo bernama Muhammad Salma Abdul Aziz (20) terluka pada bagian kepala dan bengkak pada mata kanan itu, dirawat di RS PKU Muhammadiyah. Korban menerima pukulan dari aparat keamanan, saat aksi demo menolak kenaikan BBM, Jumat (21/11) malam.

Korban saat ini terbaring lemas di Bangsal Annisa 3 RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. "Saya masih pusing kepala, karena kena pukulan tangan," ujar koordinator aksi, yang juga mahasiswa UMS itu.

Tak hanya bogem mentah, ia mengaku mendapat tendangan sepatu dari petugas kepolisian yang berjaga saat terjadi kericuhan di Jalan Jenderal Sudirman.

"Saya muntah darah tiga kali. Padahal saat itu saya berusaha mengondisikan anggota, kok malah dipukuli terus menerus," katanya.

Sementara itu, juru bicara mahasiswa, Aditya Yoga Pratama menambahkan, pihaknya sudah menunjuk pengacara untuk kelanjutan kasus itu.

"Kami tidak terima dengan tindakan polisi, tidak seharusnya petugas kepolisian melakukan tindakan kasar, hingga membuat teman kami terluka. Kami resmi didampingi pengacara untuk mengusut kasus penganiayaan itu," katanya.

Menurut Yoga, pengacara yang akan mendampingi mahasiswa adalah M Badrus Zaman. Ia mengaku, bersama Badrus akan melakukan tahapan demi tahapan, untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas.

"Kami mempunyai rekam medis saat diperiksa di RS PKU Muhammadiyah. Kita akan ke Polda Jateng dulu kemudian ke Komnas HAM untuk melaporkan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa yang tengah menyuarakan aspirasi," tegasnya..

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mempersilakan kepada mahasiswa yang akan membawa kasus itu ke proses hukum. Dia menegaskan, apa yang dilakukan anggotanya sudah sesuai dengan standar aturan pengamanan.

Anggota kami dilempar telur busuk, batu dan bambu. Kami akan menanggung biaya pengobatan mahasiswa yang terluka. Kalau mereka tidak sembarangan, tentu tidak akan terjadi kericuhan. 4 orang yang ditahan juga sudah kami lepaskan," pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Sukoharjo menangkap 4 orang mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet), saat melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, Jumat (21/11)malam. Sebelum ditangkap, pada mahasiswa sempat adu pukul dan dan saling lempar batu, saat aparat kepolisian akan membubarkan aksi yang dianggap mengganggu ketenteraman warga tersebut.

Suci, salah satu peserta aksi menuturkan, bentrokan terjadi di jalan utama Solo-Sukoharjo, di depan kampus, tak jauh dari Kantor Bupati Sukoharjo. Aparat keamanan yang berjumlah cukup banyak berhasil memukul mundur mahasiswa. Mereka pun berlarian ke dalam kampus untuk berlindung

"Ada 4 rekan kami yang ditangkap untuk dimintai keterangan polisi, yakni Al Iklas Kurnia Salam, Muh. Salma, Abdul Azis dan Abdul Gufron," ujarnya.

Menurut Suci, para mahasiswa memang menggelar aksi di seperempat badan jalan. Saat para mahasiswa membakar ban, polisi langsung membubarkan aksi. Ia mengatakan hingga pukul 22.00 WIB, sejumlah mahasiswa masih bertahan di dalam kampus Univet. Beberapa di antaranya mengalami luka luka saat bentrok dengan aparat.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, saat dihubungi wartawan mengemukakan, polisi terpaksa membubarkan aksi, lantaran waktunya sudah malam. Sehingga aksi yang mereka lakukan di tengah jalan itu mengganggu ketertiban umum.

"Kami terpaksa bubarkan, karena mengganggu ketertiban dan ada lemparan telur dari mahasiswa ke arah aparat. Sesuai aturan bahwa ada batas waktu untuk unjuk rasa, dan peserta aksi sudah mengganggu ketertiban umum," jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, saat ini ada 4 mahasiswa yang dimintai keterangan di Mapolres Sukoharjo terkait pelemparan telur tersebut.

No comments

Powered by Blogger.