Tinggalkan Myanmar, Jokowi Bertolak ke Australia
VIVAnews - Presiden Joko Widodo pada Kamis malam, 13 November 2014 telah meninggalkan Nay Pyi Taw, untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Brisbane, Australia demi menghadiri puncak pertemuan KTT G20. Dalam perjalanan menuju ke Negeri Kanguru, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat transit di Bandara Ngurah Rai, Bali pada pukul 05.30 WITA.
Dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet hari ini, pria yang akrab disapa Jokowi itu kembali melanjutkan perjalanan ke Australia pukul 07.00 WITA dan telah tiba di Brisbane pada pukul 14.50 waktu setempat.
Menurut informasi, puncak KTT G20 baru akan dimulai pada Sabtu, 15 November 2014. Rencananya, hari ini Jokowi akan bertemu dengan perwakilan warga Indonesia di Universitas Teknologi Queensland.
Jokowi dijadwalkan juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott.
Berdasarkan informasi yang pernah disampaikan oleh Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri, Toferry P. Soetikno, Jokowi akan berbagi pengalaman mengenai proses reformasi yang terjadi di Solo dan Jakarta.
"Kemudian, Beliau juga akan memaparkan langkah-langkah ke depan bagi Indonesia," ujar Toferry.
Selain itu, Jokowi akan menyampaikan prioritas utama Indonesia selama lima tahun ke depan, khususnya di bidang infrastruktur.
Sebelumnya, sempat muncul keraguan di pikiran Jokowi untuk menghadiri KTT G20. Namun, lanjut Toferry, setelah melalui berbagai pertimbangan, Jokowi akhirnya bersedia hadir.
"Pentingnya bagi Presiden Jokowi hadir di forum ini, karena mayoritas negara dengan perekonomian terbesar di dunia ada di sana. Forum itu dianggap cara yang tepat untuk menghadapi berbagai permasalahan ekonomi global dan isu lainnya yang mempengaruhi komunitas global," imbuh Toferry.
Presiden Jokowi dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada Minggu siang, 16 November 2014. (art)
Post a Comment