Ahok minta Kementerian PU dan BNPB fokus atasi banjir Jakarta
Basuki mengatakan, pertemuan ini sengaja dilakukan untuk mengkoordinasikan kesiapan menghadapi musim penghujan. Sebab berdasarkan data BNPB, puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari 2015. Namun dia mengungkapkan, persiapan kali ini jauh lebih siap.
"Segi sana prasarana insya Allah sudah lebih baik, pompa-pompa sudah semua siap. Sudah kamu cek. Kemudian prasarana pintu-pintu Manggarai, Karet sudah bertambah debitnya. Sebab Karet dan Sunter sudah kami perbaiki," kata Basuki di Kantor Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (15/12).
Sedangkan Syamsul mengungkapkan, komando untuk antisipasi banjir tetap berada di kepala daerah, dalam hal ini Ahok. Sebab pemerintahan pusat memiliki cakupan lebih luas.
Dia menjelaskan, pihaknya sempat mendapatkan masukan untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP).
"Kami mempersiapkan pendampingan, tadi ada beberapa saran dari Pak Ahok agar SOP banjir ini lebih diperkuat terutama menyangkut masalah PJ anggaran kepada BPK, BPKP dan kejaksaan," jelas Syamsul.
Ahok menambahkan, untuk mempercepat koordinasi, dirinya akan melakukan pertemuan dengan wali kota, bupati, camat dan lurah. Namun dia mengungkapkan pertemuan kali ini untuk meminta izin untuk membuat sodetan ke Kanal Banjir Timur ,agar prosesnya cepat.
"Kami sepakat, nanti jangan sampai satu lokasi (diturunkan) pusat ada kami ada, kami juga dalami enggak mau bicara ini wilayahnya pusat. Kami lapor kami kerjain bersama, kami mesti satu kesatuan kerja bareng, enggak mau lagi mau lebarin jalan Menteri PU nunggu lama, jadi pemberitahuan saja, surat muncul jadi cepet," tutupnya.
Post a Comment