Ahok potong anggaran SKPD untuk minimalisir Silpa

Ahok potong anggaran SKPD untuk minimalisir Silpa
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan pemotongan anggaran terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Terutama untuk anggaran yang dia nilai tidak perlu sehingga menyebabkan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).

Ahok mencontohkan, pembenahan sekolah dalam anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta. "Pendidikan aja udah Rp 1,6 triliun kami potong yang gak penting. Penganggaran rehab-rehab kalau udah terlalu tua ngapain habisin Rp 10 miliar? Kenapa gak bangun sekalian," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/12).

Ahok menambahkan, tidak dapat memprediksi berapa besarnya Silpa. Selain pemotongan anggaran, salah satu penyebabnya adalah adanya kekeliruan dalam pengadaan pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa.

"Silpa termasuk yang gak bagus, perencanaan yang gak bener. Itu kan banyak sekali perencanaan gak boleh munculin lagi karena e-budgeting dia ga mau kan dulu harga satuan. Akhirnya baru mau dia ngisi harga satuan, kan APBD mesti jalan. Makanya tahun depan gak ada toleransi," ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Bahkan, Ahok mengingatkan, setelah e-budgeting diterapkan maka oknum SKPD yang bermain akan diketahui. "Ya termasuk hal-hal yang ga penting sebetulnya kita coret," tutupnya.
[ren]

No comments

Powered by Blogger.