BlackBerry: DNA Kami adalah Keamanan

Blackberry campus di Waterloo, 23 September 2013. VIVAnews - BlackBerry mulai melebarkan sayapnya dengan mengusung solusi keamanan mobile yang ditawarkan kepada perusahaan (enterprise mobility). Bila sebelumnya keamanan ini khusus digunakan untuk device BlackBerry, kini perusahaan asal Kanada itu melakukan inovasi dengan mampu mengamankan platform lainnya.

Seperti BES12 yang merupakan penambahan portofolio terbaru BlackBerry untuk para perusahaan agar menjalankan bisnisnya dengan aman. Selain BlackBerry 10, BES12 mampu mengelola perangkat dari platform mobile enterprise utama seperti iOS, Android, dan Windows Phone.

BES12 sendiri merupakan perangkat lunak keamanan yang dirancang oleh BlackBerry, mencakup layanan keamanan untuk enterprise, produktivitas, komunikasi, dan kolaborasi yang membantu perusahaan untuk terhubung dengan karyawan dalam menggunakan informasi serta peralatan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

"Seiring dengan perkembangan market, kita melihat banyak orang yang menggunakan smartphone dan itu semakin berkembang. Perusahaan yang begitu 'awas'  terhadap keamanan data mereka maka kami tawarkan solusi yang lebih aman,” ujar Technical Solution Manager, BlackBerry Indonesia, Seto Damarjati, di Jakarta, Rabu, 26 November 2014.

Seto melanjutkan bahwa BlackBerry bukanlah pemain "kacangan" di sektor enterprise ini. Dikatakannya, perusahaan tersebut senantiasa memproduksi sesuatu yang berdasarkan keamanan, sehingga dapat memberikan solusi keamanan yang diharapkan.

“Sejak awal kami memproduksi segala sesuatu berdasarkan security, dimana DNA-nya itu security karena kita selalu membuat untuk secure dulu, sementara yang lain itu menjual solusi dengan segala value-nya, value-nya security. Jadi, pendekatannya berbeda,” ujarnya.

BlackBerry pun membantah bahwa sektor solusi enterprise ini menjadi peralihan, setelah penjualan handset dari perusahaan tersebut menurun di Indonesia tahun ini. Seto mengatakan bahwa BlackBerry bukan pemain baru di enterprise, melainkan sejak awal berdiri BlackBerry merupakan pemain enterprise.

“Kita bukan pemain baru di enterprise, dari dulu memperkenalkan solusi enterprise. Kita nggak main-main soal itu, investasinya cukup signifikan US$1,5 miliar untuk mendalami sisi security,” ucap dia.

Disampaikannya, bahwa seiring dengan pergantian manajemen pada BlackBerry, perusahaan tersebut ingin mengembalikan fokus bisnisnya dengan menyasar salah satunya di bagian enterprise, selain tetap memproduksi handset.

“Mungkin kita tidak menyenangkan semua orang tapi kita fokus membuat handset yang cocok untuk professional business user dan juga kita sekarang positioning-nya berubah fokusnya dengan kembali ke titah kita, yaitu enterprise,” kata PR Manager BlackBerry Indonesia, Yolanda Nainggolan.

No comments

Powered by Blogger.