Calon dirjen pajak ditanya soal ancaman keselamatan keluarga

Calon dirjen pajak ditanya soal ancaman keselamatan keluarga
Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memastikan direktur jenderal pajak terpilih harus memiliki keberanian melawan korupsi dan pengemplang pajak. Sebab, perlawanan dilakukan menyimpan risiko bisa mengusik kehidupan pribadi dan keluarga dirjen pajak
"Seperti kata pak Abraham Samad (Ketua KPK) 'berani enggak jiwanya diwakafkan melawan korupsi'," kata Mardiasmo merupakan ketua panitia seleksi (pansel) pejabat eselon I Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (16/12).
Atas dasar itu, pansel juga menyelipkan pertanyaan soal ancaman keselamatan keluarga ketika mewawancarai kandidat dirjen pajak.
"Salah satu pertanyaanya soal penanganan bila ada keluarganya yang diculik atau diteror oleh pihak yang tersakiti ketika ditagih pajak,"
Selain berani, menurut Mardiasmo, dirjen pajak juga kudu kenyang pengalaman. Faktor itu dinilai menjadi modal utama dalam membersihkan benalu di tubuh institusi pengumpul pajak tersebut.
"Ini kami tanya, apa cara dia mengatasi mafia pajak? kami test case, berani enggak tindak pejabat yang salah, apakah kepala kanwil, pejabat eselon satu atau atasannya."
Sejauh ini, Pansel sudah menggenggam sebelas nama kandidat dirjen pajak. Perinciannya:
1. Direktur Keberatan dan Banding Ditjen Pajak Catur Rini Widosari
2. Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Dadang Suwarna.
3. Direktur Transformasi Proses Bisnis Ditjen Pajak Wahyu Karya Tumakaka.
4. Direktur Peraturan Perpajakan II Ditjen Pajak Poltak Maruli John Liberty Hutagaol.
5. Kakanwil Banten Muhammad Haniv.
6. Kakanwil Wajib Pajak Besar Sigit Priadi Pramudito.
7. Kakanwi Jawa Tengah I Edi Slamet Irianto.
8. Kakanwil Jawa Timur I Ken Dwijugiasteadi.
9. Tenaga Pengkaji Bidang Pembinaan dan Penerbitan Sumber Daya Manusia Rida Handanu.
10. Pelaksana pada Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Suryo Utomo.

No comments

Powered by Blogger.