Insiden 'kacang', Bos Korean Air minta maaf gagal didik anak

Insiden 'kacang', Bos Korean Air minta maaf gagal didik anak
Merdeka.com - Direktur Utama Korea Airlines Cho Yang-ho meminta maaf pada publik atas insiden pesawat yang disuruh untuk putar balik di bandar udara JFK, New York, Amerika Serikat akibat masalah sepele pada Jumat (12/12). Pemicu insiden itu adalah putrinya Cho Hyun-Ah, yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Direktur Utama.
Dia meminta maaf dirinya tidak mendidik anaknya lebih baik lagi. Pernyataan maaf ini keluar setelah adanya kemarahan publik tentang kelakuan anaknya yang menyebabkan insiden itu terjadi.
Hyun-ah yang statusnya saat kejadian penumpang kursi bisnis, marah melihat pramugara menghidangkan kacang macadamias dibungkus plastik, bukannya memakai piring. Dia merasa pegawainya melanggar prosedur pelayanan bagi penumpang kelas satu.
Dia kemudian memaksa pilot putar balik buat menurunkan sang kepala awak kabin yang gagal menjelaskan perbedaan cara penyajian makanan sesuai kelas.
"Saya benar-benar minta maaf atas kejadian tersebut." ujar Cho dengan suara bergetar seperti yang dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Jumat (12/12).
Yang-ho meminta maaf lantaran ia merasa gagal mendidik anaknya. Itu dilakukan beberapa jam sebelum putrinya minta maaf ke publik, disiarkan langsung pelbagai televisi Negeri Ginseng. Hyun-ah kemarin sore waktu setempat dipanggil menghadap Otoritas Penerbangan Korsel, karena diduga memicu pelanggaran prosedur keamanan.
"Ini salah saya. Sebagai bos dan ayah, saya minta pada publik untuk memaafkan kesalahan anak saya," ujarnya kepada awak media.
Ulah perempuan dikenal dengan sapaan Heather itu bikin operator Bandara JFK panik, demikian pula 249 penumpang lainnya yang bingung kenapa pesawat kembali ke garbarata. Jadwal terbang pesawat bernomor KE086 tersebut akhirnya molor 20 menit. Ketika kabar ini mencuat, publik Negeri Ginseng marah besar.
Akibat ulahnya tersebut, Heather dapat kecaman dari warga Korea. Wanita 40 tahun ini dua hari lalu langsung mengundurkan diri dari dewan direksi. Otoritas Penerbangan Korsel sedang meneliti masalah ini, termasuk kemungkinan sanksi tambahan pada Heather.

No comments

Powered by Blogger.