Larangan ekspor bahan mentah bikin kinerja Antam lesu

Larangan ekspor bahan mentah bikin kinerja Antam lesu
Merdeka.com - Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Tato Miraza sudah memprediksi, kinerja perusahaan yang dipimpinnya bakal kurang bersinar tahun ini. Kondisi ini sudah disampaikan langsung ke Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Tato mengaku, salah satu faktor yang menekan kinerja perseroan adalah kebijakan larangan ekspor bahan mentah yang mulai berlaku awal tahun ini. Alasan lain, turunnya harga komoditas.
"Sampai dengan Desember kita masih minus. Sekitar 35 persen sales kita kepotong dari larangan ekspor ore (tambang mentah)," ujarnya di kantor wapres, Jumat (12/12).
Untuk tahun depan, Tato pede kinerja Antam bakal lebih bersinar. Keyakinan ini berangkat dari prediksi membaiknya kondisi perekonomian global.
"Kondisi pertumbuhan dunia yang lebih positif kita yakini terjadi tahun depan. Kemudian juga kondisi harga karena stok ore di China makin sedikit, sehingga harga kembali bagus," jelasnya.
Dia mencontohkan, harga emas bakal bertahan di level USD 1.200-1.300/troy ons. Sementara untuk harga nikel diperkirakan USD 8,5-9 dolar/pon.
Untuk memaksimalkan kinerja, Antam menyiapkan anggaran belanja modal Rp 2 triliun tahun depan. Sumber pendanannya diambil dari kas perseroan dan sebagian berasal dari utang.
[noe]

No comments

Powered by Blogger.