Peran Daerah soal Belanja Online Lewat Smartphone
VIVAnews - Keberadaan feature phone semakin tergerus di pasaran seiring mulai menjamurnya smartphone yang mulai terjangkau harganya. Bahkan, para distributor pun satu per satu telah meninggalkan ponsel jenis feature phone tersebut.
Seperti Surya Citra Multimedia (SMC) selaku distributor memandang bahwa ponsel jadul tersebut sudah mulai dilupakan, lantaran harga smartphone semakin murah yang hampir sama dengan harga feature phone.
"Selain itu, market smartphone ini semakin hari semakin menanjak bukan menurun. Bahkan, dalam sebulan saja ada tiga juta unit yang terjual untuk merek global dan lokal," ungkap Darma Soendaya Lukman, Direktur SCM kepada VIVAnews di sela peluncuran tiga smartphone Blade series dari ZTE di Jakarta, Rabu 26 November 2014.
Meski pangsa pasar feature phone lambat laun mulai tak dilirik oleh distributor dan para konsumen, Darma meyakini bahwa ponsel jenis itu masih akan menjadi pilihan bagi mereka yang tinggal di daerah.
"Keberadaan feature phone di daerah cukup kuat, karena orang daerah belum paham dengan smartphone, lebih suka yang ada keypad-nya. Jadi, kalau dibandingkan saat ini tuh smartphone 40 persen dan 60 persen feature phone," jelas dia.
Belanja Online
Darma juga mengungkapkan, tak hanya feature phone, daerah masih memegang peranan yang kuat terhadap belanja online khusus ponsel pintar. Disampaikannya, belanja secara online masih terkendala pendistribusiannya.
Setidaknya, menurut dia, bahwa sekitar 10 persennya orang-orang memilih belanja secara online, sedangkan untuk sisanya, yakni 90 persen masih dipegang dengan penjualan smartphone secara tradisional, seperti di toko-toko ritel.
"Kalau di daerah itu cukup sulit dengan distribusi barang, sehingga konsumennya memilih untuk membeli di toko-toko tradisional. Beda kalau di kota-kota besar seperti Jakarta, modern channel itu tinggi peminatnya," ungkapnya. (art)
Seperti Surya Citra Multimedia (SMC) selaku distributor memandang bahwa ponsel jadul tersebut sudah mulai dilupakan, lantaran harga smartphone semakin murah yang hampir sama dengan harga feature phone.
"Selain itu, market smartphone ini semakin hari semakin menanjak bukan menurun. Bahkan, dalam sebulan saja ada tiga juta unit yang terjual untuk merek global dan lokal," ungkap Darma Soendaya Lukman, Direktur SCM kepada VIVAnews di sela peluncuran tiga smartphone Blade series dari ZTE di Jakarta, Rabu 26 November 2014.
Meski pangsa pasar feature phone lambat laun mulai tak dilirik oleh distributor dan para konsumen, Darma meyakini bahwa ponsel jenis itu masih akan menjadi pilihan bagi mereka yang tinggal di daerah.
"Keberadaan feature phone di daerah cukup kuat, karena orang daerah belum paham dengan smartphone, lebih suka yang ada keypad-nya. Jadi, kalau dibandingkan saat ini tuh smartphone 40 persen dan 60 persen feature phone," jelas dia.
Belanja Online
Darma juga mengungkapkan, tak hanya feature phone, daerah masih memegang peranan yang kuat terhadap belanja online khusus ponsel pintar. Disampaikannya, belanja secara online masih terkendala pendistribusiannya.
Setidaknya, menurut dia, bahwa sekitar 10 persennya orang-orang memilih belanja secara online, sedangkan untuk sisanya, yakni 90 persen masih dipegang dengan penjualan smartphone secara tradisional, seperti di toko-toko ritel.
"Kalau di daerah itu cukup sulit dengan distribusi barang, sehingga konsumennya memilih untuk membeli di toko-toko tradisional. Beda kalau di kota-kota besar seperti Jakarta, modern channel itu tinggi peminatnya," ungkapnya. (art)
Post a Comment