Proses e-catalog buat pusing, Ahok protes LKPP
Merdeka.com - Penerapan e-catalog yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ternyata belum maksimal. Sebab prosesnya begitu rumit dan tak semua barang bisa masuk ke dalamnya.
Untuk mendapatkan solusi atas masalah ini, Ahok, sapaan Basuki, akan berkunjung ke kantor Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) Republik Indonesia.
"Saya mau ke sana (LKPP) dan minta supaya pengertian e-catalog dipermudah. Selama ini kenapa e-katalog kami susah karena saat membuat harga satuan, diharuskan untuk melakukan survei harga hingga produksinya. Jadi ini kan sangat lucu," protes Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/12).
Selain itu, dia juga akan dipusingkan dengan mekanisme dalam pengadaan eletronik seperti surat edaran dari LKPP. Padahal barang tersebut sudah masuk dalam e-catalog.
"Ketika barang sudah ada di e-catalog, LKPP membuat surat edaran bahwa semua pembelian barang walau sudah di e-catalog kan tetap mesti lewat satu badan lelang. Itu juga hal yang sangat lucu," ungkap Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini berjanji akan membereskan masalah tersebut segera agar pengadaan berang dan jasa tidak berjalan lamban. Seperti diketahui, tahun 2014 penyerapan anggaran DKI belum beranjak dari angka 30 persen lantaran banyak pengadaan barang yang tercantum di catalog bermasalah.
[lia]
Post a Comment