Uber aji mumpung dari penyanderaan Sydney

Uber aji mumpung dari penyanderaan SydneyMerdeka.com - Kesempatan dalam kesempitan, rasanya kalimat tersebut cocok untuk perusahaan taksi Uber yang ada di Australia. Pasalnya, lantaran penyanderaan yang terjadi di Martin Place, kota Sydney, pengemudi taksi ini memasang tarif Rp 1,3 juta bagi pelanggannya ingin keluar dari wilayah itu.

Hal ini diungkapkan oleh para pengguna taksi Uber yang akan keluar dari pusat bisnis Martin Place, seperti yang dilansir dari situs Mashable.com, Senin (15/12). Menurut mereka, lonjakan harga tersebut sangat tidak masuk akal. Biasanya mereka tidak membayar semahal itu untuk tujuan yang sama.

Namun perusahaan taksi online Uber membantah telah menaikkan tarif taksinya. Mereka mengumumkan semua pengendara yang dikenakan biaya dalam jumlah tinggi akan dikembalikan uangnya.

"Kita semua prihatin dengan peristiwa yang terjadi. Uber Sydney akan menyediakan kendaraan gratis keluar dari pusat bisnis Martin Place untuk membantu para warga Sydney pulang dengan selamat," ujar juru bicara Uber, Katie Curran dalam sebuah pernyataan kepada Mashable.com.

Katie mengatakan setiap pengendara yang dikenakan biaya tinggi harap melapor ke supportsydney@uber.com untuk mendapatkan kembali uang mereka.

Krisis yang melibatkan dua penyandera dan sekitar 40 tawanan ini terjadi di kafe dan toko cokelat Lindt. Sejauh ini polisi masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi. Para warga yang berada di sekitar lokasi tersebut telah dievakuasi.

Untuk keluar dari pusat bisnis itu, mereka menggunakan kendaraan umum salah satunya taksi. Taksi Uber sendiri hadir di Australia pada Oktober 2012.

No comments

Powered by Blogger.