Ahok Pilih Sahkan UMP Rp2,69 Juta Versi Pengusaha

 Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama (Ahok) sudah mengesahkan UMP DKI 2015
VIVAnews - Dewan Pengupahan DKI Jakarta telah menyelesaikan rapat pembahasan kenaikan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2015. Namun, forum yang terdiri dari unsur buruh, pengusaha, dan Pemprov DKI itu tidak berhasil mencapai kesepakatan 1 besaran UMP DKI 2015 yang sama.

Pengusaha dan Pemprov menyetujui besaran UMP DKI 2015 berada di angka Rp2.693.764,40. Sedangkan buruh, tetap bersikeras menginginkan kenaikan UMP DKI 2015 hingga mencapai angka Rp3.574.179,36.

Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sebagai pihak yang saat ini mempunyai wewenang untuk menetapkan besaran UMP DKI tahun 2015, lebih condong untuk mengesahkan besaran UMP yang telah disetujui oleh pihak pengusaha dan Pemprov.

"Kita enggak mungkin ikuti tuntutannya buruh," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jum'at, 14 November 2014.

Ahok menuturkan, besaran UMP yang disetujui oleh pihak pengusaha dan Pemprov sebesar Rp2.693.764,40, merupakan angka besaran UMP yang paling realistis. Angka itu didapat setelah menjumlahkan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) DKI tahun 2014 sebesar Rp2.538.174,31, ditambah perkiraan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 6,13 persen.

Angka tersebut juga dinilai telah layak untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, serta tidak terlalu membebani pengusaha.

"Malah saya juga sudah bantu buruh memperjuangkan untuk menaikkan besaran KHL. Saya bantu buruh menaikkan komponen tepung terigu jadi mie instan yang mahal, kemudian bantu juga menaikkan besaran komponen air minum yang katanya enggak cukup. Saya ajarin Anda caranya naikin KHL seperti apa," ujar Ahok.

Ahok menilai usulan besaran UMP DKI 2015 sebesar Rp3.574.179,36 yang diajukan oleh buruh merupakan usulan yang tidak masuk akal.

"Kalau dia minta kita masukin item buah-buahan (ke dalam KHL), sampai disebutin pengen ada pepaya, pisang, terus dia minta pengen nonton bioskop juga, ya saya bilang ini sesuatu yang konyol. Masa dia minta UMP Rp3,5 juta kemudian dibikin sendiri rumusnya? Ya enggak bisa," ujar Ahok.

Ahok pun menyatakan dirinya tak gentar menghadapi aksi unjuk rasa buruh yang kemungkinan terus terjadi usai dia menetapkan UMP DKI Jakarta tahun 2015 di kisaran Rp2,7 juta.

"Paling buruh demo bawa-bawa keranda mayat lagi, bilang saya raja upah murah," ujar Ahok.

No comments

Powered by Blogger.