IHSG Sambut Akhir Pekan dengan Koreksi, Perdagangan Sepi
VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahannya dengan terkoreksi 1,03 poin atau 0,02 persen ke level 5.047,64 pada pembukaan perdagangan, Jumat, 14 November 2014.
Sementara, volume perdagangan tercatat mencapai 5,27 juta saham senilai Rp22,08 miliar. Melemahnya indeks saham seiring dengan 20 saham yang mengalami penurunan, kemudian yang naik sementara sebanyak 13 saham dan 12 saham tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan pantauan VIVAnews dari Bursa Efek Indonesia, pergerakan negatif juga dialami oleh indeks saham unggulan LQ45 sebesar 0,08 persen ke 863.84. Selain itu, indeks JII juga melemah 0,15 persen ke 664.72, sedangkan indeks IDX30 naik 0,03 persen ke level 444.42.
Di tengah menurunnya indeks saham, tampak pemodal asing masih tetap mempertahankan posisinya untuk melakukan pembelian. Meski masih sepi, pada sesi I hari ini, pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp345,87 juta.
Adapun sektor-sektor saham yang menurun, antara lain sektor pertambangan yang turun tertinggi sebesar 0,55 persen. Sebaliknya, sektor saham infrastruktur masih menjadi primadona dengan kenaikan 0,25 persen.
Untuk saham-saham yang mampu menguat di tengah pelemahan indeks saham, yakni BBCA dari Rp12.875 ke Rp12.950, ADMF dari Rp8.100 ke Rp8.125 dan JSMR dari Rp6.450 ke Rp6.475. Dan, saham-saham yang ikut bergerak negatif, seperti ITMG dari Rp18.200 ke Rp17.600, GGRM dari Rp60.300 ke Rp59.800 dan TBIG dari Rp9.500 menjadi Rp9.200.
Sementara, volume perdagangan tercatat mencapai 5,27 juta saham senilai Rp22,08 miliar. Melemahnya indeks saham seiring dengan 20 saham yang mengalami penurunan, kemudian yang naik sementara sebanyak 13 saham dan 12 saham tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan pantauan VIVAnews dari Bursa Efek Indonesia, pergerakan negatif juga dialami oleh indeks saham unggulan LQ45 sebesar 0,08 persen ke 863.84. Selain itu, indeks JII juga melemah 0,15 persen ke 664.72, sedangkan indeks IDX30 naik 0,03 persen ke level 444.42.
Di tengah menurunnya indeks saham, tampak pemodal asing masih tetap mempertahankan posisinya untuk melakukan pembelian. Meski masih sepi, pada sesi I hari ini, pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp345,87 juta.
Adapun sektor-sektor saham yang menurun, antara lain sektor pertambangan yang turun tertinggi sebesar 0,55 persen. Sebaliknya, sektor saham infrastruktur masih menjadi primadona dengan kenaikan 0,25 persen.
Untuk saham-saham yang mampu menguat di tengah pelemahan indeks saham, yakni BBCA dari Rp12.875 ke Rp12.950, ADMF dari Rp8.100 ke Rp8.125 dan JSMR dari Rp6.450 ke Rp6.475. Dan, saham-saham yang ikut bergerak negatif, seperti ITMG dari Rp18.200 ke Rp17.600, GGRM dari Rp60.300 ke Rp59.800 dan TBIG dari Rp9.500 menjadi Rp9.200.
Post a Comment