Garuda Buka Rute Penerbangan Langsung ke Myanmar
VIVAnews - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) akan membuka penerbangan ke Myanmar. Maskapai ini juga berencana membuka penerbangan langsung ke sana.
Director and Executive Vice President Marketing and Sales Garuda Indonesia, Erik Meijer, mengatakan bahwa pembukaan rute baru internasional, termasuk Myanmar, dilakukan secara bertahap, mulai dari kerja sama dengan maskapai lain.
Setelah rute baru ada potensi, perusahaan pelat merah ini baru akan membuka penerbangan langsung ke sana.
"Pembukaan rute baru internasional biasanya akan kami lakukan bertahap, mulai dengan kerja sama dengan airline lain, misalnya code share untuk melihat pasar. Setelah itu, kami baru membuka sendiri jika pasar sudah cukup besar," kata Erik, kepada VIVAnews lewat pesan tertulis, dikutip Jumat 14 November 2014.
Dia mengatakan, bahwa BUMN ini tengah melakukan finalisasi kerja sama code share dengan maskapai Myanmar, Myanmar Airways.
Perjanjian ini bertujuan agar Garuda bisa menjual tiket penerbangan Jakarta-Myanmar lewat Singapura dan Bangkok.
"Jika sudah bagus penjualan itu, baru akan kami buka penerbangan langsung," kata mantan Director & Chief Commercial Officer Indosat itu.
Sayangnya, tak disebutkan kapan target penerbangan langsung ke Myanmar itu akan dibuka.
Rencananya, lanjut Erik, penandatangan kerja sama tersebut akan dilakukan dua minggu lagi.
Seperti yang diketahui, pembukaan rute penerbangan ini, menjadi jawaban nyata dari penjajakan yang dilakukan Presiden Joko Widodo ketika bertemu dengan Presiden Myanmar, U Thein Sein beberapa hari lalu di Nay Pyi Taw.
Selain meminta akses untuk penerbangan langsung, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjajaki kemungkinan bisnis perbankan langsung (direct banking).
VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, mengatakan bahwa dengan adanya kesepakatan itu, kedua maskapai akan melayani penerbangan dari Jakarta ke Myanmar pulang-pergi dengan rute masing-masing Jakarta-Singapura-Myanmar dan Jakarta-Bangkok-Myanmar.
Untuk penerbangan Jakarta ke Singapura dan Jakarta-Bangkok, akan dilayani oleh Garuda dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG.
"Sementara, untuk penerbangan sektor Singapura ke Myanmar dan dari Bangkok menuju ke Myanmar akan dilayani oleh Myanmar Airways," ujar Pujobroto.
Selain kerja sama tersebut, sejak 1,5 tahun yang lalu, anak perusahaan Garuda yang bergerak di bidang perawatan pesawat (Garuda Maintenance Facility/GMF) telah melakukan potensi pasar jasa perawatan pesawat di Myanmar.
GMF pun, kata Pujobroto, telah mendapatkan sertifikasi perawatan pesawat dari Pemerintah Myanmar.
"Ini menambah, daftar sertifikasi yang telah diterima dari otoritas penerbangan Amerika (FAA) dan otoritas penerbangan Eropa (EASA)," kata dia.
Director and Executive Vice President Marketing and Sales Garuda Indonesia, Erik Meijer, mengatakan bahwa pembukaan rute baru internasional, termasuk Myanmar, dilakukan secara bertahap, mulai dari kerja sama dengan maskapai lain.
Setelah rute baru ada potensi, perusahaan pelat merah ini baru akan membuka penerbangan langsung ke sana.
"Pembukaan rute baru internasional biasanya akan kami lakukan bertahap, mulai dengan kerja sama dengan airline lain, misalnya code share untuk melihat pasar. Setelah itu, kami baru membuka sendiri jika pasar sudah cukup besar," kata Erik, kepada VIVAnews lewat pesan tertulis, dikutip Jumat 14 November 2014.
Dia mengatakan, bahwa BUMN ini tengah melakukan finalisasi kerja sama code share dengan maskapai Myanmar, Myanmar Airways.
Perjanjian ini bertujuan agar Garuda bisa menjual tiket penerbangan Jakarta-Myanmar lewat Singapura dan Bangkok.
"Jika sudah bagus penjualan itu, baru akan kami buka penerbangan langsung," kata mantan Director & Chief Commercial Officer Indosat itu.
Sayangnya, tak disebutkan kapan target penerbangan langsung ke Myanmar itu akan dibuka.
Rencananya, lanjut Erik, penandatangan kerja sama tersebut akan dilakukan dua minggu lagi.
Seperti yang diketahui, pembukaan rute penerbangan ini, menjadi jawaban nyata dari penjajakan yang dilakukan Presiden Joko Widodo ketika bertemu dengan Presiden Myanmar, U Thein Sein beberapa hari lalu di Nay Pyi Taw.
Selain meminta akses untuk penerbangan langsung, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjajaki kemungkinan bisnis perbankan langsung (direct banking).
VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, mengatakan bahwa dengan adanya kesepakatan itu, kedua maskapai akan melayani penerbangan dari Jakarta ke Myanmar pulang-pergi dengan rute masing-masing Jakarta-Singapura-Myanmar dan Jakarta-Bangkok-Myanmar.
Untuk penerbangan Jakarta ke Singapura dan Jakarta-Bangkok, akan dilayani oleh Garuda dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG.
"Sementara, untuk penerbangan sektor Singapura ke Myanmar dan dari Bangkok menuju ke Myanmar akan dilayani oleh Myanmar Airways," ujar Pujobroto.
Selain kerja sama tersebut, sejak 1,5 tahun yang lalu, anak perusahaan Garuda yang bergerak di bidang perawatan pesawat (Garuda Maintenance Facility/GMF) telah melakukan potensi pasar jasa perawatan pesawat di Myanmar.
GMF pun, kata Pujobroto, telah mendapatkan sertifikasi perawatan pesawat dari Pemerintah Myanmar.
"Ini menambah, daftar sertifikasi yang telah diterima dari otoritas penerbangan Amerika (FAA) dan otoritas penerbangan Eropa (EASA)," kata dia.
Post a Comment