Jokowi Desak Peran Nyata PBB Dukung Kemerdekaan Palestina
VIVAnews - Presiden Joko Widodo pada Kamis, 13 November 2014 bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, di sela KTT ke-25 ASEAN, di Nay Pyi Taw, Myanmar. Dalam pertemuan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, meminta agar PBB bisa memainkan peran yang lebih nyata bagi terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, hari ini, mendukung kemerdekaan sudah menjadi komitmen pria yang akrab disapa Jokowi itu sejak dia berkampanye dulu.
"Kita menyampaikan mendukung penuh kemderdekaan Palestina. Kita juga mengharapkan peran PBB yang lebih nyata, konkret dan riil," kata Jokowi.
Sementara, terkait penanganan isu kelompok ekstrimisme Islam, Jokowi menyebut Ban meminta dukungan Indonesia untuk ikut bersama-sama dengan negara lain dalam memerangi kelompok Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS).
"Kita sampaikan bahwa Indonesia sudah memulai proses itu. Namun, dengan menggunakan pendekatan yang berbeda," imbuhnya.
Indonesia, lanjutnya, tidak hanya menggunakan pendekatan keamanan semata. Sebagai negara muslim, Indonesia juga mempunyai pendekatan keagamaan dan budaya.
"Saya kira itu lebih memiliki dampak yang jelas. Karena kalau kekerasan dilawan dengan kekerasan, maka akan menimbulkan kekerasan yang lain," katanya.
Alasan Ban meminta dukungan Indonesia, karena RI merupakan negara Muslim terbesar di dunia dan memiliki peran yang sangat penting dalam program-program latihan kepemimpinan serta ekstrimisme di dunia Muslim.
Ini merupakan pemimpin negara kesekian yang ditemui Jokowi dalam lawatan internasional perdananya. Sebelumnya, dia telah bertemu beberapa pemimpin negara seperti Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden Vietnam, Truong Tan Sang, Presiden China, Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di KTT APEC, Beijing.
Sementara, saat berada di Myanmar, dia telah bertemu dengan Presiden Myanmar U Thein Sein dan Perdana Menteri Selandia Baru, John Key.
Post a Comment