Pemkot Semarang: Kartu Sakti Jokowi Belum Jelas
VIVAnews - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, belum menerima sosialisasi perihal kuota pasti Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 3 November 2014.
"Kalau Kartu Indonesia Sehat (KIS), jatah kuotanya berapa, sampai saat ini kita belum tahu persis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr Widoyono, di Semarang, Kamis, 13 November 2014.
Menurutnya, belum adanya sosialisasi detail mengenai kartu itu sehingga Dinas belum bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bahkan, PT Pos Indonesia, yang akan mendistribusikan kartu, juga belum memberikan instruksi.
"Malah kadang-kadang langsung dibagi ke rumah-rumah dan kita (Dinas Kesehatan) tidak tahu," ujarnya.
Sosialisasi detail perihal kartu sakti Jokowi itu, katanya, masih dibicarakan oleh Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional.“Akan dijelaskan secara detail tentang KIS, termasuk penerimanya berapa, dan pendistribusiannya.”
Meski begitu, Widoyono menyebut bahwa untuk menjangkau kebutuhan masyarakat miskin mengenai jaminan kesehatan, Pemerintah Kota Semarang telah membuat Kartu Semarang Sehat. Kartu itu akan diberikan kepada masyarakat yang tidak terdaftar menerima KIS.
Kartu Semarang Sehat akan diberikan kepada sebanyak 103.782 warga miskin di Semarang. Jumlah tersebut di luar kuota KIS yang diberikan pemerintah pusat yang rencananya sebanyak 270.096 jiwa.
"Saat ini jumlah penduduk kurang mampu di Kota Semarang ada 373.878 jiwa atau 21,49 persen penduduk. Jadi penerima KSS adalah yang bukan penerima KIS," ujarnya.
"Kalau Kartu Indonesia Sehat (KIS), jatah kuotanya berapa, sampai saat ini kita belum tahu persis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr Widoyono, di Semarang, Kamis, 13 November 2014.
Menurutnya, belum adanya sosialisasi detail mengenai kartu itu sehingga Dinas belum bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bahkan, PT Pos Indonesia, yang akan mendistribusikan kartu, juga belum memberikan instruksi.
"Malah kadang-kadang langsung dibagi ke rumah-rumah dan kita (Dinas Kesehatan) tidak tahu," ujarnya.
Sosialisasi detail perihal kartu sakti Jokowi itu, katanya, masih dibicarakan oleh Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional.“Akan dijelaskan secara detail tentang KIS, termasuk penerimanya berapa, dan pendistribusiannya.”
Meski begitu, Widoyono menyebut bahwa untuk menjangkau kebutuhan masyarakat miskin mengenai jaminan kesehatan, Pemerintah Kota Semarang telah membuat Kartu Semarang Sehat. Kartu itu akan diberikan kepada masyarakat yang tidak terdaftar menerima KIS.
Kartu Semarang Sehat akan diberikan kepada sebanyak 103.782 warga miskin di Semarang. Jumlah tersebut di luar kuota KIS yang diberikan pemerintah pusat yang rencananya sebanyak 270.096 jiwa.
"Saat ini jumlah penduduk kurang mampu di Kota Semarang ada 373.878 jiwa atau 21,49 persen penduduk. Jadi penerima KSS adalah yang bukan penerima KIS," ujarnya.
Post a Comment