Kepala BNP2TKI: Gila, berangkat jadi TKI butuh 10-11 kali gaji

Kepala BNP2TKI: Gila, berangkat jadi TKI butuh 10-11 kali gaji
Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengungkap besarnya biaya yang harus ditanggung tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk bisa bekerja di negara lain. Selama ini TKI harus mengeluarkan biaya sendiri untuk keberangkatannya bekerja di luar negeri.
Jumlahnya tak tanggung-tanggung antara 10 sampai 11 kali gaji mereka. "Kalau mau jadi TKI, beban biaya dan potongan yang harus ditanggung untuk ke Taiwan misalnya, perlu 10 sampai 11 kali gaji. Mulai dari biaya paspor, agency, bunga bank yang nilainya mencapai Rp 51 juta selama 3 tahun," ujarnya di Kantor Kemenko, Jakarta, Senin (15/12).
"Edan (gila) tidak, 10 sampai 11 kali gaji kerja TKI hilang," tambahnya.
TKI mendapat dana dari lembaga pembiayaan non bank yang bunganya mencekik. Besarannya, kata Nusron, bisa menyentuh 30 persen setahun.
"Ini lagi dirasionalisasi, karena salah satu komponen biaya paling besar biaya bunga dan provisi. Beban biaya menggunakan lembaga pembiayaan bukan bank yang bunganya sampai 30 persen flat setahun. Ini sangat tinggi," jelas dia.
Atas dasar itu pihaknya berharap, pemerintah mengarahkan biaya penempatan dan keberangkatan TKI masuk dalam instrumen kredit usaha rakyat (KUR). Setidaknya, kata dia, akan meringankan beban TKI dalam bekerja.

No comments

Powered by Blogger.