Di Indonesia, konsumsi rokok lebih tinggi dibanding protein

Di Indonesia, konsumsi rokok lebih tinggi dibanding protein
Merdeka.com - Pakar Ekonomi Pangan Bustanul Arifin prihatin dengan konsumsi protein masyarakat Indonesia semakin menurun. Sebaliknya, konsumsi rokok justru naik, lebih tinggi dari protein.
"Konsumsi protein lebih rendah daripada rokok, saya khawatir ini angka gizi kurang masuk di dalam gizi buruk 20 persen," kata Bustanul di Jakarta, Senin (15/12).
Untuk itu, pemerintah perlu memberikan edukasi tentang pangan kepada masyarakat. Terutama guna memajukan pangan lokal. "Butuh komunikasi Informasi dan Edukasi. Promosi pangan lokal di daerah," jelas Bustanul.
Bustanul menceritakan, sekitar era 80-an, Indonesia pernah dikejutkan dengan fenomena anak bertubuh pendek akibat kurang gizi. Kejadian itu berpotensi terulang lagi.
Bustanul menyebutkan, saat ini terdapat 32 persen anak bertubuh pendek. Dia khawatir fenomena aneh 80-an itu bakal terulang kembali.
"Anak pendek ada 32 persen, kita menduga anggap persoalan tahun 80 akan muncul lagi," terangnya.

No comments

Powered by Blogger.