Pembukaan IHSG Kurang Menggembirakan, Tren Terus Negatif?
VIVAnews - Minimnya sentimen positif dari dalam negeri, mendorong laju indeks saham tidak cukup kuat untuk membuka akhir pekan ini, Jumat, 14 November 2014, dengan kenaikan.
Pengamat Pasar Modal, Andre Mahardika, menyampaikan bahwa pelemahan yang terjadi pada perdagangan sesi I hari ini tampaknya masih dipengaruhi oleh sikap para pelaku pasar yang masih wait and see atau menanti perkembangan berikutnya, khususnya kapan dan besarnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilakukan.
Menurut Andre kepada VIVAnews, terjadinya penurunan tekanan beli oleh pemodal asing di tengah stagnannya tekanan jual, turun menekan indeks saham.
"Hari ini, indeks masih mengkonfirmasi tren spekulasi dengan pergerakan di kisaran 5.022-5.048," ujar dia.
Pengamat Pasar Modal, Andre Mahardika, menyampaikan bahwa pelemahan yang terjadi pada perdagangan sesi I hari ini tampaknya masih dipengaruhi oleh sikap para pelaku pasar yang masih wait and see atau menanti perkembangan berikutnya, khususnya kapan dan besarnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilakukan.
Menurut Andre kepada VIVAnews, terjadinya penurunan tekanan beli oleh pemodal asing di tengah stagnannya tekanan jual, turun menekan indeks saham.
"Hari ini, indeks masih mengkonfirmasi tren spekulasi dengan pergerakan di kisaran 5.022-5.048," ujar dia.
Selain itu, dia menyarankan, sebaiknya pasar memantau terlebih dahulu indeks saham di harga 5.022-5.082.
Sementara, Analis Asia Finansial Network, Agus Susanto Benzaenuri, menyebutkan, aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan kemarin pasca penguatan sejak awal pekan lalu menjadi penyebab lainnya untuk menghambat penguatan lanjutan indeks saham.
"Dalam transaksi pagi hari ini, perdagangan masih relatif sepi dan memiliki kecenderungan indeks saham masih terus bergerak flat negatif," ucapnya kepada VIVAnews.
Sementara, Analis Asia Finansial Network, Agus Susanto Benzaenuri, menyebutkan, aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan kemarin pasca penguatan sejak awal pekan lalu menjadi penyebab lainnya untuk menghambat penguatan lanjutan indeks saham.
"Dalam transaksi pagi hari ini, perdagangan masih relatif sepi dan memiliki kecenderungan indeks saham masih terus bergerak flat negatif," ucapnya kepada VIVAnews.
Post a Comment